PacuNews.com, MOJOKERTO – Jalur transportasi menjadi hal yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di sebuah daerah.
Salah satu fasilitas penting yang tengah mengalami masalah adalah Jembatan Pageluyung di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, yang telah ditutup total hampir satu bulan terakhir.
Baik kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melintas karena retaknya tiang penyangga bawah jembatan.
Iksan, seorang pengguna jalan yang biasa melintas dari arah Ploso, Kabupaten Jombang, menuju Pulorejo, Kota Mojokerto untuk ke sekolah SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri), menyampaikan keluhannya terkait penutupan jembatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jembatan Pageluyung sangat strategis karena menghubungkan tiga wilayah penting, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto (khususnya wilayah utara sungai), dan Kota Mojokerto.
Menurutnya, penutupan jembatan ini sangat merugikan, terutama karena harus memutar jauh untuk sampai ke tujuan.
“Saya dari arah Ploso Jombang menuju Pulorejo, Mojokerto kota, ada urusan ke SMKN 2. Saat mau lewat jembatan, kok ada peringatan ditutup. Jadinya harus memutar ke kota dulu lewat jembatan Padangan. Lewat sini sangat memangkas waktu perjalanan, jembatan ini menghubungkan tiga wilayah strategis. Jadi sangat disayangkan kalau harus lumpuh seperti ini,” ujarnya saat diwawancarai oleh rekan media pada Selasa, (7/1), sekitar pukul 11.30 WIB.
Meskipun jembatan Pageluyung bukan milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melainkan milik Pabrik Gula (P.G) Gempolkerep, Iksan mengingatkan bahwa keduanya adalah bagian dari birokrasi negara yang harus saling bekerja sama.